Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 sampai 11 M banyak menyimpan perhatian untuk meneliti dan menulis risalah perihal mineralogi. Studi mineralogi yakni komponen yang tidak bisa dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi yaitu cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.

Studi ini juga meliputi proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang peta geologi lalu, para saintis Muslim telah sanggup mengidentifikasi bermacam-macam variasi mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni diketahui sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.

Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menerangkan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai variasi mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.

Donasi peradaban Islam dalam bidang mineralogi tidak lepas dari keberhasilan umat Islam merajai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengetahui berbagai variasi mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dioptimalkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.

I BUILT MY SITE FOR FREE USING