Secara fisiografis tempat telitian termasuk dalam cekungan Sumatera Selatan, cekungan Sumatera Selatan diberi pengaruh oleh sistem penunjaman lempeng yang terdapat di sebelah barat Pulau Sumatera, yakni antara Lempeng Eurasia dengan Lempeng IndiaAustralia. Salah satu cekungan Sumatera Selatan yang mengandung formasi pembawa batubara (coal bearing formation) ialah Formasi Muara Enim (S. Gafoer, T. Cobrie dan J. Purnomo, 1986). Formasi pembawa batubara yakni suatu formasi yang di dalamnya terdapat lapisan batubara dan bisa terdiri atas lapisan-lapisan pembawa batubara (coal bearing strata). Tiap lapisan pembawa batubara dapat terdiri atas sebagian lapisan batubara (coal strata atau seam). Tiap-tiap lapisan batubara mempunyai ketebalan yang tak senantiasa sama, hal ini dikendalikan oleh pelaksanaan yang berlangsung selama pengendapan serta progres-proses sesudah pengendapan (Kuncoro, 1996). Geometri lapisan batubara adalah hal yang amat penting di dalam penentuan sumber energi atau cadangan batubara. Pola sebaran dan kemenerusan lapisan batubara ialah parameter di dalam geometri lapisan batubara. Pola sebaran dan kemenerusan lapisan batubara yang bervariasi dikuasai oleh progres-cara kerja geologi, baik yang berlangsung bersamaan atau setelah penyusunan batubara.Untuk bisa memahami geometri lapisan batubara, maka progres-proses geologi yang berlangsung berbarengan atau setelah pembentukan batubara perlu dipahami dengan baik (Kuncoro PB. (2000). Pengerjaan – progres geologi hal yang demikian, adalah: 1. Progres geologi yang berlangsung berbarengan dengan pembentukan batubara: perbedaan kecepatan sedimentasi dan bentuk morfologi dasar cekungan, pola struktur yang sudah terwujud sebelumnya, dan kondisi lingkungan saat batubara terbentuk. 2. Kerja geologi yang peta geologi berlangsung setelah lapisan batubara terbentuk: adanya sesar, pengikisan oleh cara kerja – pelaksanaan yang terjadi di permukaan, atau terobosan batuan beku (intrusi). 2 Dalam satu urutan lapisan pembawa batubara, lapisan batubara bisa ditemui lebih dari satu lapisan (seam). Berdasarkan ini tergantung kepada siklus sedimentasi dalam cekungan batubara tersebut. Adanya perulangan lapisan batubara ini bisa terjadi pada perkembangan delta atau hasil suatu transgresi-regresi. Ketidakmenerusan lapisan batubara, antara lain dapat diakibatkan oleh proses yang terjadi ketika pengendapan gambut atau penyusunan batubara dan dampak lain seperti abrasi, sesar serta intrusi batuan beku. Berdasarkan Kuncoro, P,B (1996). penjelasan di atas, karenanya perlu dikerjakan penelitian mengenai geologi dan pola sebaran serta kemenerusan lapisan batubara di daerah Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan.

I BUILT MY SITE FOR FREE USING