Mengantisipasi momen semburan lumpur di Jalan Persatuan, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur sebagian waktu lalu kembali terjadi. Komisi III DPRD Balikpapan mulai menyeriusi usul pembuatan peta geologi di wilayah hal yang demikian. Peta ini nantinya untuk mengetahui lokasi yang rawan terjadi semburan.

Bijaksana hal yang demikian disajikan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Andi Melainkan Agung terhadap Kaltim Post. Dirinya menyayangkan ketika ini Balikpapan belum memiliki peta geologi yang biasa dimiliki daerah yang memiliki bermacam kandungan mineral bawah tanah. Apalagi, di wilayah Balikpapan Timur, warga setempat acap kali membuat sumur bor buatan sebagai sumber mata air.

\"Balikpapan ini mestinya memiliki peta geologi tersebut. Kami juga mengapresiasi adanya masukan dari spesialis geologi,\" kata Agung.

Meski, izin pembuatan sumur bor di wilayah tersebut dikala ini diperketat, lantaran khawatir terjadi semburan. Sebab tempat tersebut, air PDAM jarang mengalir.“Jadi warga di lokasi itu menjadi serbasalah. Tetapi mereka takut untuk membuat sumur bor. Usulan di satu sisi mereka juga kesulitan air,” peta geologi kata Agung.

Peta geologi ini, lanjut Agung, juga bakal digunakan untuk memandang di daerah mana saja yang bisa dibor warga. Termasuk kerja sama dengan ahli geologi untuk membuat pemetaan geologi tersebut. \"Nanti didiskusikan di Komisi III untuk anggarannya. SKPD terkait juga akan kami panggil untuk koordinasi, seperti Badan Lingkungan Hidup dan Bappeda,\" tambah Agung.

Tidak pembuatan peta geologi sebelumnya datang dari berbagai unsur masyarakat. Selain cuma sejumlah instansi pemerintah, tapi dari tokoh pemuda serta ahli geologi.

“Kami akui, pemerintah kota belum ada data tersebut. Makanya, kami coba pikirkan. Kami juga sungguh-sungguh apresiasi sekali apabila para pakar geologi Kaltim ingin turut bekerja sama dengan kami. Untuk pola kerja sama, nanti dipandang lagi,” kata Kepala BLH Balikpapan Suryanto.

Kata ia, anjuran bermacam pihak, peta geologi juga diharapkan multifungsi. Tak mengenal titik lokasi yang rawan semburan lumpur, data bawah tanah juga bisa diterapkan untuk mencari sumber resapan air tanah. Kecuali hanya itu, situasi tekstur tanah bisa terdeteksi, sehingga ketika Dinas Awam (PU) Balikpapan akan membuat jalan dapat diketahui apakah ada potensi longsor atau tak

I BUILT MY SITE FOR FREE USING