Salinan langka peta perubahan dunia yang dipublikasikan tahun lalu rupanya membantuk spesialis geologi dan sejarah untuk membongkar banyak misteri ilmu pengetahuan. Kini, peta itu telah berumur 200 tahun. Geological Society of London merayakan dua abad peta itu dengan meluncurkan kembali peta hal yang demikian dengan pemulihan di beberapa spot. Sekaligus merayakan penciptanya, William Smith.
Smith (1769-1839), yang sering disebut sebagai website \'Bapak Geologi Inggris\', mewujudkan peta geologi pertama di dunia yang menandakan detail satu negara. Karyanya tersebut, yang tentunya ialah mahakarya, menampilkan lapisan batuan fosil berbeda di Inggris, Wales, dan sebagian komponen di Skotalandia.

\"Dia seakan sudah pergi ke masa depan untuk menandakan bebatuan ini,\" ujar John Herry, Ketua Sejarah Geologi di Geological Society, seperti dikutip dari Live Science. Smith, berdasarkan Herry, yakni orang pertama yang menyadari bahwa bebatuan fosil mempunyai karakteristik mendetail tertentu yang kemudian dia angkat ke strata geologis khusus.
Sebelum Smith, Herry membeberkan, orang berpikir bahwa bebatuan fosil cuma dekorasi atau ornamen alami. Tidak ada yang mengira, bahwa bebatuan fosil yaitu kunci untuk membuat urutan masuk ke dalam struktur geologis.
Karya Smith ini timbul sebelum kereta dijadikan. Dia menghabiskan 14 tahun perjalanan Inggris-Wales-Skotlandia dengan menunggang kuda, sehingga ia bisa mencatat struktur geologis rinci setiap tempat yang didatanginya. Peta hal yang demikian diterbitkan pada 1815, pas dikala John Cary--penerbit peta--sukses membikin pelat ukir tembaga dan cat untuk menggambar peta.
Peta tersebut, berdasarkan Herry, \"Memberikan orang wawasan seputar apa-yang-ada-di-bawah-kaki-mereka.\" Maka, kata dia, orang-orang akan tahu lebih mengenai letak batu bara dan kedalamannya.
Geological Society merencanakan program selama setahun acara untuk memperingati ulang tahun ke-200 peta yang dihasilkan Smith ini. Termasuk salah satunya peluncuran antologi puisi yang diwujudkan berdasarkan peta tersebut.